OpiniPemberdayaan

MENGATASI KESENJANGAN DIGITAL

Oleh: Makroen Sanjaya

MENGATASI KESENJANGAN DIGITAL Makroen Sanjaya
Penulis: Makroen Sanjaya

Jumpa lagi dalam review literatur digital. Kali ini, saya bahas buku “The Art of DIGITAL MARKETING” buah karya Ian Dodson (2016). Dalam buku setebal 547 hlm. Dodson, Co-founder sekaligus Direktur The Digital Marketing Institute, AS, menguntai a-to-z media digital untuk segala rupa keperluan pemasaran di lapangan ekonomi, politik, industri dan budaya. Buku ini berisi 10 modul mulai dari pengenalan apa itu pemasaran digital dengan prinsip 3i, optimasi mesin pencari, tujuan dan analisa ‘pay per click’, iklan digital, analitik hingga strategi dan perencanaan pemasaran digital.

Buku ini menjadi semacam ‘style of book’ bagi para praktisi pemasaran, profesional, bahkan akademisi yang pada mereka dituntut tuntasnya kompetensi digital, hingga skill-knowledge mereka lolos uji kompetensi dan bersertifikasi. Untuk mencapai kompetensi digital secara tuntas, maka selain literasi menyeluruh juga diperlukan pelatihan dari mulai teknis hingga strategis. Sebab, teknologi digital telah mentransformasi seluruh cara hidup dan cara kerja umat manusia di bumi. Kondisi kesenjangan digital (digital devide), agaknya masih menjadi problem global. Bahkan di AS sendiri, masih terjadi kesenjangan digital itu. “…only 37 % of American employers said that they thought than recent college graduates are prepare to stay current on new technologies..,” kata Ian Dodson.

Baca Juga:  Sri, Jangan Pergi Lagi!

Jadi, sudahkah kita melek digital secara menyeluruh?

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close