FeaturedOpini

TOKOH YANG MENDAPAT GELAR PAHLAWAN NASIONAL DI TAHUN 1998 INI DISEBUTKAN PERNAH DIREKRUT OLEH CIA

Oleh: Martin Luther

Adam Malik
Adam Malik (Sumber foto dari Wikipedia)

“Adam Malik adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah direkrut oleh CIA.” Pengakuan ini disampaikan oleh Clyde Mc Avoy, seorang bekas agen CIA, ketika diwawancarai oleh Tim Weiner, wartawan The New York Times pada tahun 2005. “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” kata Mc Avoy pada Tim Weiner.

Tim Weiner, dalam “Membongkar Kegagalan CIA” hlm. 330, menyatakan bahwa stasiun milik CIA di Jakarta, memiliki segelintir kawan militer atau pemerintah. Di stasiun ini terdapat seorang agen yang mempunyai posisi baik; Adam Malik, mantan Marxis berusia 48 tahun yang mengabdi sebagai duta besar Sukarno di Moskow dan Menteri Perdagangan RI. Mc Avoy dan Adam Malik bertemu di sebuah tempat rahasia di Jakarta, tahun 1964.

Harsutedjo dalam “G30S: Sejarah Yang Digelapkan”, hlm. 277-278, menyebutkan; Robert J Martins, seorang agen CIA yang bekerja di Kedubes AS di Jakarta antara tahun 1963-1965, menyusun daftar 5.000 kader PKI dari pusat sampai pedesaan beserta organisasi massa dan rincian jabatannya. Deputi Kepala CIA di Jakarta saat itu, Joseph Lazarsky, menyatakan secara berkala daftar 5.000 orang tersebut diberikan kepada Tirta Kencana (Kim) Adhyatman, ajudan Adam Malik. Dari Adam Malik daftar tersebut disampaikan kepada Suharto. Berdasar daftar itulah TNI AD melakukan penangkapan2 dan pembunuhan2. Ternyata, yang masuk dalam daftar maut CIA tersebut bukan hanya dari PKI. Diantaranya, terdapat dari Partindo dan Baperki.

Baca Juga:  INFEKSI PARAH YANG MEMBUAT JAURY THAUFIEK JUSUF PERGI

Pasca Gestok 1965, CIA berusaha mengkonsolidasikan sebuah “pemerintahan bayangan” tiga serangkai; Adam Malik, Sultan Yogyakarta (HB IX) dan Mayjen Suharto. Lewat CIA, Adam Malik bertemu secara rahasia dengan Marshall Green, Dubes AS untuk RI, untuk merancang gerakan politik menggantikan pemerintahan Bung Karno yang anti Nekolim dengan pemerintahan yang pro Nekolim.

Tanggal 27 Juli 2001, United States Government Printing Office menerbitkan kumpulan dokumen berjudul “Foreign Relations of The United States, 1964-1968, Volume XXVI”. Begitu beredar, dokumen2 yang secara resmi dideklasifikasikan oleh Deplu AS pada tahun 1998 ini langsung ditarik oleh CIA. Isinya berupa percakapan2 lewat telepon, telegram dan surat-menyurat antara Kedutaan AS di RI dengan Deplu AS, Wapres Hubert Humphrey dan Presiden Lyndon B Johnson mengenai Indonesia, Malaysia-Singapura dan Filipina periode tahun 1964 – 1968. Berkali-kali nama Adam Malik disebutkan disini. Diantaranya; pemberian uang sebesar 50 juta Rupiah kepadanya guna menangani gerakan anti Gestapu dengan harapan bantuan tersebut bisa membangun kerjasama yang baik dengan TNI AD, pertemuan rahasia antara Adam Malik dengan Marshall Green membahas perkembangan politik di Indonesia dan upaya mendorong Sukarno terprovokasi melakukan tindakan2 yang akan menjustifikasi gerakan2 TNI AD mengambil kekuasaan, serta mengupayakan pemerintahan yang akan menggantikan Sukarno memperbaiki hubungan dengan AS.

Baca Juga:  Antara Kafir dan non-Muslim

Beberapa sumber yang menyebutkan nama Adam Malik ini antara lain:

  1. Telegram dari Kedubes AS di Indonesia untuk Deplu AS, 12 Desember 1965. (Sumber: Departemen Luar Negeri, INR/IL Dokumen Sejarah, Indonesia, 1963-1965. Rahasia; Prioritas; Kontak Roger; Penanganan Khusus).
  2. Telegram dari Kedubes AS di Indonesia untuk Deplu AS, 10 Maret 1966. (Sumber: Arsip dan Rekaman Administrasi Nasional, RG 59, File-file Sentral 1964-1966, POL 23-9 INDON, Jakarta, 10 Maret 1966, 0900Z).
  3. Telegram Kedubes AS di Indonesia kepada Deplu AS, Jakarta, 12 Maret 1966, 1000Z.
  4. Telegram Deplu AS Kepada Kedubes AS di Indonesia. Washington, 12 Maret 1966, pukul 08:00 pm.
  5. Memorandum dari Wapres Hubert Humphrey kepada Presiden Lyndon B Johnson, 25 September 1966. (Sumber: Perpusatakaan Johnson, Data Keamanan Nasional, Data Nama, Wakil Presiden, 1 Juli 1966, Vol. II).

***

Sukarno Menyesal Atas Kematian Amir Sjarifuddin
Penulis: Martin Luther, Peneliti Sejarah
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close