Nasional

Rupiah Melorot Pasca Penangguhan Pengenaan Tarif Impor Antara Cina – AS

rupiah-anjlok-terparah-sejak-2015
Ilustrasi (Google Image)

JAKARTA, MJNews – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi (5/12/2018), melemah 94 poin ke posisi Rp14.383 per US$. Kemarin kurs Rp14.289 per US$.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan, pergerakan mata uang rupiah kembali berbalik melemah menyusul sikap pelaku pasar yang kembali meragukan kesepakatan penangguhan pengenaan tarif impor diantara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. “Situasi itu membuat mata uang yuan China melemah dan berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia lainnya, termasuk rupiah,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, adanya perkiraan penurunan kredit konsumsi akibat imbas kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) turut menahan pergerakan mata uang rupiah. “Situasi itu juga menjadi faktor penahan kenaikan rupiah,” katanya.

Baca Juga:  Dua Pilot Ditangkap Ditnarkoba Polda Metro Terkait Penyalahgunaan Narkoba Jenis Shabu

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan penerbitan front loading global bond senilai US$3 miliar oleh pemerintah, diharapkan bisa menjaga pergerakan rupiah. “Front loading itu merupakan bagian dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk pembiayaan defisit APBN 2019 dan pembayaran SBN yang jatuh tempo senilai Rp825,7 triliun,” kata Reza.

Tags

Leave a Reply

Close