Budaya

Puisi-puisi Nikki Giovanni

Oleh: Danial Indrakusuma

Nikki Giovanni adalah penyair, aktivis, dan dosen di Queens College, Universitas Rutgers, Universitas Ohio State, dan Universitas Virginia Tech.

Mimpi Revolusioner

Aku pernah bermimpi mimpi-mimpi miltan
menguasai amerika
untuk menunjukkan kepada kaum kulit putih bagaimana memperlakukan amerika
aku pernah bermimpi mimpi-mimpi radikal
menggiring semua orang
dengan kekuasan yang gamblang hasil kebenaran analisa
yang pernah kupikirkan
aku lah yang akan menghentikan kerusuhan dan berunding dengan kedamaian
kemudian aku bangkit dan menggali
bahwa bila aku bermimpi mimpi-mimpi biasa-biasa saja
menjadi perempuan biasa-biasa saja
mengerjakan apa yang dikerjakan perempuan
maka, saat ia biasa-biasa saja
akan aku rengkuh revolusi.

***

Cinta: adalah Syarat Manusia

Amuba beruntung karena begitu kecilnya…yang lainnya, narsisme lah yang menciptakan perang …
karena cinta-diri nampaknya begitu sering menciptakan pembenaran-diri …

Malam mencintai bintang-bintang sebagaimana juga mereka mempermainkan malam
hari mencintai cahaya yang merawat matahari… kita mencintai…
mereka yang bertindak… karena kita dalam dunia yang membutuhkan cahaya dan kegelapan…
perkawanan dan kesendirian… kesamaan dan perbedaan… yang dipahami dan yang tak dikenal…
Kita cintai karena itulah satu-satunya petualangan yang benar…

Baca Juga:  Puisi Dari Pedalaman Papua

Aku gembira aku bukan amuba… harusnya lebih banyak lagi yang didapat dari hidup kita ketimbang sekadar dari diri kita sendiri…
dan kemampuan melakukan banyak hal yang sama…

***

Cinta adalah

Sebagian orang lupa bahwa cinta adalah
memagut kau dalam dan mencium kau
“Selamat malam”
tak peduli semuda atau setua apapun kau

Sebagian orang lupa bahwa
cinta adalah
mendengarkan dan tertawa serta bertanya
persoalan-persoalan
tak peduli seberapa umur kau

Sedikit sekali yang mengenali bahwa cinta adalah
komitemen, tanggung jawab
memang, sama sekali tak menggembirakan
kecuali

Cinta adalah
Kau dan aku

***

Sajak Persahabatan

Kita bukan kekasih
hanya karena kita pernah bersetubuh
tapi karena cinta
yang telah kita miliki

Kita bukan kawan
karena pernah tertawa
bersama
namun karena air mata
yang telah kita lindungi, jangan sampai mengalir

Aku tak mau akrab dengan kau
karena kita pernah saling membagi pikiran-pikiran kita
tapi karena kata-kata yang tak pernah
kita katakan

Baca Juga:  Puisi Dari Pedalaman Papua

Aku tak pernah merindui kau
karena apa yang pernah kita lakukan
namun karena memaknai kita
saat bersama.

***

Saat Aku Mati

Saat aku mati aku berharap tak seorang pun yang pernah menyakiti menangis
dan bila mereka menangis aku berharap mereka menangis hingga matanya jatuh
dan jutaan belatung yang memenuhi otak mereka
merayap dari lubang yang kosong dan melahap daging mereka
yang menutupi kejahatan yang keluar dengan sendirinya dari seseorang
yang aku coba
cintai

***

Kau Juga Datang

Aku datang ke kerumunan itu mencari kawan-kawan
Aku datang ke kerumunan itu mencari cinta
Aku datang ke kerumunan itu mencari pengertian

Aku bertemu dengan kau

Aku datang ke kerumunan itu untuk menangis
Aku datang ke kerumunan itu untuk tertawa

Kau meredakan air mataku
Kau menerima kebahagiaanku

Aku pergi dari kerumunan itu mencari kau
Aku pergi dari kerumunan itu mencari diriku
Aku pergi dari kerumunan itu selamanya

Kau juga, datang

***

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close