OpiniPertanian & Perkebunan

PETANI dan GURU

Oleh: Kenang Kelana

Dua subjek dalam judul di atas sebenarnya memiliki kemiripan dalam pekerjaannya. Dua duanya punya anak kandung untuk disemai, ditumbuh-kembangkan hingga menjadi seperti apa yang diharapkan. Guru dan Petani sama sama tidak bisa melawan kodrat dari anaknya. Jika ia menanam tanaman padi, petani tidak bisa mekasakan diri berharap hasilnya menjadi singkong.

Petani punya berbagai objek tanam untuk keperluan hidupnya dan hidup orang lain. Pekerjaannya dimulai dari menyiapkan lahan, memilihan dan menanaman bibit, kemudian menjaganya dari gangguan hama hingga panen. Padi sebagai salah satu anak kandung petani dikelola, dirawat dan dijaga hingga menjadi beras serta berubah menjadi nasi yang dinikmati oleh khalayak ramai.

Baca Juga:  C A N T I N G: "Syukur ada sastra dan sejarah...!"

Guru-pun demikian, punya anak kandung (yang mesti secara biologis tidak terikat darah). Anak yang harus mereka tumbuh kembangkan. Disemai, didorong, dibimbing menemukan identitasnya. Memulai dari apa yang dia bisa dan tahu adalah tugas yang utama dari seorang guru. Memperkenalkan dunia serta pilihan-pilihanya adalah bentuk demokratisasi guru terhadap siswa. Seperti halnya petani, guru tidak bisa memaksakan kodrat alamiah dari anak/siswanya.

Tetapi belakangan, menurut sebuah riwayat, kondisi pertanian dan pendidikan sedang ada di titik yang menghawatirkan. Beberapa tawaran atas rancangan undang-undang tidak sama sekali memeberi peluang kepada Petani dan Guru untuk merdeka. Kecendrungan bunyi dari pasal-pasal terkait menyiratkan keberpihakan negara terhadap Modal dan bersifat fasistis.

Baca Juga:  Terorisme; Ideologi Ngawur

Petani dan Guru sama sama belum berdaulat dalam lapanganya masing masing. Tanah masih dimiliki oleh segelintir orang dan Sekolah masih menjadi tempat indoktrinasi lapuk dengan wacana lama. Bukankah sekolah adalah “arena” pertarungan dialektis untuk kepentingan kemajuan ilmu pengetahuan?. Dan bukan kah petani adalah tuannya negeri? Dan kuasanya nyata atas lahan ?

Kepada pak Marhaen dan Oemar Bakri

Baktimu untuk negeri.

Selamat Hari Tani Nasional!!!

***

PETANI dan GURU
Penulis: Kenang Kelana

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close