Blitar Kita

Pengadilan Negeri Blitar Tolak Gugatan Praperadilan Penggiat Anti Korupsi Blitar Tersangka UU ITE

Pengadilan Negeri Blitar Tolak Gugatan Praperadilan Penggiat Anti Korupsi Blitar Tersangka UU ITE

BLITAR, MJNews – Sidang Praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Blitar Kamis (20/12/2018) memasuki babak putusan. Amar putusan perkara No. 02/Pid.Pra/2018/PN. Blt. PN Blitar disampaikan oleh hakim tunggal Fransiskus Wilfrirdus Mamo. Pembacaan putusan penolakan praperadilan ini, setelah proses persidangan sebanyak lima kali.

Dalam putusanya, Hakim Pengadilan Negeri Blitar menolak praperadilan yang diajukan penggiat anti korupsi Mohammad Trijanto. Dengan demikian  maka proses penyidikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang melibatkan M Trijanto, akan berlanjut ke sidang pokok perkara.

Menanggapi putusan ini, kuasa hukum Mohammad Trijanto, Hendi Priyono menyatakan siap menghadapi sidang pokok perkara.

Kepada wartawan, Kamis (20/12/2018) Hendi menyampaikan, “Dengan ditolaknya praperadilan ini, maka kami siap menghadapi sidang pokok perkara. Itu untuk menentukan apakah klien kami bersalah atau tidak. Dan untuk menentukan apakah bukti-bukti formil yang diajukan dalam praperadilan ini benar-benar dari hasil yang otentik dan legal.”

Baca Juga:  Prabowo Nyekar di Makam Bung Karno Blitar

Namun putusan penolakan ini menurutnya masih  menyisakan sejumlah  kontoversi dan kejanggalan. Salah satunya pihaknya meyakini tidak ada proses penyelidikan dalam perkara ini.

“Sampai saat ini kami berkeyakinan proses penyelidikan itu tidak pernah ada. Tapi kita menghormati karena sudah menjadi fakta hukum formil di praperadilan,” papar Hendi Priyono.

Sementara itu , Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin mengatakan pihaknya sebagai termohon bisa membuktikan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Blitar sudah sesuai prosedur. Seperti yang diamanatkan dalam KUHAP serta manajemen penyelidikan tindak pidana.

“Kami hormati putusan hakim tunggal hari ini. Ini membuktikan bahwa kepolisian sudah sesuai prosedur seperti yang diamanatkan dalam KUHAP dan Perkap no 14/2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana. Dengan putusan ini, maka kami segera melanjutkan proses penyidikan kasusnya sampai selesai,” kata Burhan.

Baca Juga:  Penertiban APK Pilgub Jatim Kota Blitar Diserahkan Kepada Timses Paslon

Burhan menambahkan, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan gelar perkara lagi. Gelar perkara kali ini, akan memeriksa saksi ahli yang diajukan tersangka.

Meski begitu hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penahanan terhadap tersangka Mohammad Trijanto. Keputusan penahanan baru bisa dilakukan setelah penyidik kembali melakukan gelar perkara. “Kami masih akan melakukan gelar perkara kembali sesuai prosedur,” jelasnya.

Penyidik Satreskrim Polres Blitar menetapkan Mohammad Trijanto sebagai tersangka dugaan pelanggaran UU ITE. Trijanto terbukti menyebarkan surat panggilan pemeriksaan palsu KPK yang ditujukan kepada Bupati Blitar dan staf PU PR Pemkab Blitar di medsosnya.

Trijanto terancam melanggar Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2, atau pasal 15 UU no 1 th 1946 tentang peraturan hukum pidana. Atau pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU no 19 th 2016 tentang perubahan atas UU no 11 th 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.    

Tags

Leave a Reply

Close