Internasional

NASA Berhasil Mendaratkan Robot InSight di Permukaan Mars

NASA Berhasil Mendaratkan Robot InSight di Permukaan Mars
(Foto: NASA)

CALIFORNIA, MJNews – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mendaratkan wahana robot baru di permukaan planet Mars setelah melewati periode tujuh menit yang sangat menentukan.

Wahana riset yang diberi nama InSight tersebut mendarat di permukaan Planet Merah sekitar pukul 19:50 GMT atau 02:50 WIB, Selasa (27/11/2018) dini hari.

Begitu pendaratan dikonfirmasi, para petugas di pusat pengedali misi NASA di California menyambutnya dengan sukacita.

Pendaratan mengakhiri penantian yang mendebarkan selama tujuh menit, karena suksesnya tidaknya pendaratan tergantung dengan periode tujuh menit tersebut, ketika wahana melewati atmosfir dan menjejakkan diri di permukaan planet.

Dengan bantuan InSight, para ilmuwan berharap bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak, terutama yang terkait lapisan di bawah permukaan planet.

Baca Juga:  Presiden Suriah Akan Berkunjung ke Korea Utara

InSight mendarat di area yang dikenal dengan Elysium Planitia, dekat dengan ekuator planet.

Wahana ini membawa seperangkat instrumen, sebagian dari Eropa, dalam upaya mengetahui struktur dalam dari planet berbatu itu.

Sempat muncul kekhawatiran tentang pendaratan karena InSight harus bisa lolos dari ‘tujuh menit teror’, waktu yang diperlukan wahana untuk memasuki atmosfer tipis Mars dengan kecepatan hipersonik untuk melambat hingga kecepatan jalan kaki lalu dengan lembut menempatkan diri di permukaan Mars.

Banyak yang telah mencoba; kebanyakan gagal.

“Sebagai manusia, sebagai penjelajah, peluangnya kurang dari 50%,” kata kepala sains NASA, Thomas Zurbuchen. “Pergi ke Mars adalah hal yang benar-benar sangat sulit.”

InSight menggunakan berbagai hal yang mirip dengan wahana penjelajah NASA sebelumnya, Phoenix.

Baca Juga:  Hari Ini Berlangsung KTT Trump-Putin di Finlandia

Antara lain, kombinasi perisai panas, parasut dan retro-roket yang terbukti sangat sukses dalam mendaratkan wahana Phoenix di kutub utara Mars pada tahun 2007.

Para insinyur di ruang kontrol misi ini di kampus Jet Propulsion Laboratory di California sangat sadar akan statistik keberhasilan pendaratan di Mars.

“Kami telah melakukan semua persiapan yang mungkin dapat kami pikirkan untuk memastikan bahwa entri (masuk menembus atmosfer Mars), penurunan dan pendaratan (EDL) berjalan semulus yang kami bayangkan,” jelas manajer proyek Tom Hoffman.

“Tapi Mars sebagai planet tidak selalu ‘ramah’. Saya pikir tim kami sudah siap; pesawat luar angkasa kami sudah siap. Yang kami tidak tahu apakah Mars siap,” katanya kepada BBC News. [sumber: bbc]

 

Tags

Leave a Reply

Close