Nasional

Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Makin Tak Jelas

Mega proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Makin Tak Jelas
(Foto: Google Image)

JAKARTA, MJNews – Mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung makin tak jelas saja. Semula ditargetkan rampung awal 2019, kemudian molor menjadi akhir 2019 atau awal 2020. Lalu molor lagi menjadi akhir 2021. Waduh.

Menjelang pergantian tahun menuju 2019 saja, urusan pembebasan lahan, masih belum jelas. Karena masih menyisakan 15% lagi. “Lahan sampai saat ini sekitar 85 persen sudah dikuasai,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri usai Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dia menambahkan beberapa bagian lahan sudah betul-betul dibebaskan dan bisa mulai dibangun. “Ada bagian yang sudah ‘clear’ secara menerus sehingga pelaksana proyek bisa melakukan pembangunan,” kata Zulfikri.

Baca Juga:  Dorong Ekspor Buah Segar, Kementan Manfaatkan Teknologi Nuklir Iradiator Gamma

Ia mengakui bahwa pengerjaan proyek konsorsium BUMN Indonesia dengan China, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) itu cederung lambat. “KCIC jalan terus walaupun lambat, tetapi ada progresnya,” katanya.

Di mana KCIC merupakan investor dalam Proyek Kereta Cepat JakartaBandung. Sebanyak 60% saham perusahaan dimiliki konsorsium lokal melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. Sisanya 40% dimiliki konsorsium China, yakni Beijing Yawan HSR Co Ltd.

Dari kepemilikan konsorsium lokal tersebut, WIKA menguasai saham terbesar yakni 38%, diikuti PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar 25%, PT Perkebunan Nusantara VIII 25% dan PT Jasa Marga Tbk sebesar 12%.

Nilai investasi megaproyek tersebut sekitar Rp80 triliun dengan pemenuhan pembiayaan sebanyak 75% atau Rp60 triliun dipenuhi dari utang melalui China Development Bank. Sebanyak 25% sisanya yakni Rp20 triliun dipenuhi dari ekuitas KCIC.

Baca Juga:  Romahurmuziy Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka

Zulfikri menuturkan, dengan adanya pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek layang tidak mengganggu pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung. “Tidak ada masalah dari mengatur jadwal pekerjaan tidak terganggu,” katanya.

Di sisi lain, kontraktor Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT Wijaya Karya menyebutkan masih ada sisa sekitar 14% lahan yang belum terbebaskan yang sebagaian besar telah berdiri fasilitas sosial.

Untuk itu, pihak kontraktor akan mengejar target agar megaproyek tersebut bisa segera rampung pada akhir 2021.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close