Blitar KitaDaerahNasional

KPK Panggil PLT Bupati Tulungagung

JAKARTA, MJNews — . KPK Panggil PLT Bupati TulungagungKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung Maryoto Birowo , Pemanggilan itu terkait penyidikan tindak pidana korupsi suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar.

Antara melansir, KPK sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam kasus itu, yaitu Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo (SM), Wali Kota Blitar nonaktif Muh Samanhudi Anwar (MSA), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno (SUT), Agung Prayitno (AP) dan Bambang Purnomo (BP) dari unsur swasta serta Susilo Prabowo (SP) seorang kontraktor.

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Maryoto Birowo sebagai saksi untuk tersangka SM,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Selain itu, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Syahri, yaitu Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tulungagung Indra Fauzi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung Hendry Setiawan.

Baca Juga:  Novel Minta Tindakan Nyata Presiden Atas Kasusnya

Dalam penyidikan kasus itu, KPK sedang mendalami pengetahuan tersangka Syahri terkait pengaturan pengadaan dan konfirmasi dugaan penerimaan uang oleh tersangka Syahri.

Sebelumnya, Syahri Mulyo baru saja dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama wakilnya Maryoto Birowo sebagai Bupati/Wakil Bupati Tulungagung terpilih hasil Pilkada 2018 di gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dengan statusnya sebagai tersangka, Syahri setelah dilantik kemudian langsung dinonaktifkan dan wakilnya Maryoto diangkat menjadi Plt Bupati Tulungagung. Untuk perkara di Tulungagung diduga sebagai penerima, yakni Syahri Mulyo, Sutrisno, dan Agung Prayitno. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Susilo Prabowo.

Sementara untuk perkara di Blitar, diduga sebagai penerima antara lain Muh Samanhudi Anwar dan Bambang Purnomo. Sedangkan diduga sebagai pemberi, Susilo Prabowo.

Baca Juga:  Kejari Siapkan Empat JPU Korupsi Dana Karhutla

Diduga pemberian oleh Susilo Prabowo kepada Syahri Mulyo melalui Agung Prayitno sebesar Rp1 miliar terkait “fee” proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga pemberian tersebut adalah pemberikan ketiga, sebelumnya Syahri Mulyo diduga telah menerima pemberian pertama sebesar Rp500 juta dan pemberian kedua Rp1 miliar.

Tersangka Susilo Prabowo adalah salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek-proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

Sementara itu, diduga Wali Kota Blitar menerima pemberian dari Susilo Prabowo melalui Bambang Purnomo senilai Rp1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak senilai Rp23 miliar.

“Fee” itu diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk wali kota dari total “fee” 10 persen yang disepakati. Sedangkan dua persennya akan dibagi-bagikan kepada dinas.

Tags

Leave a Reply

Close