OpiniWisata

Klenteng Poncowinatan

Klenteng Poncowinatan, Jetis – Yogyakarta (Foto: MJNews)

Oleh: Manuel Kaisiepo

Di salah satu sudut kota Yogyakarta, di wilayah Gowongan, Jetis, bangunan tua bersejarah ini tetap kokoh berdiri: Klenteng Poncowinatan.

Dia adalah simbol sekaligus saksi bisu sejarah toleransi Yogyakarta sejak masa lalu.

Jelang Tahun Baru Imlek 2570 tahun ini, klenteng ini sudah berbenah diri menyambut umatnya yang akan datang beribadah. Klenteng yang memiliki 17 altar dengan berbagai patung ini sudah dibersihkan dan dihias, sesuai tradisi yang sudah dijalani sejak dahulu.

Tapi bukan umatnya saja atau warga keturunan Tionghoa saja yang sibuk, masyarakat di sekitarnya dan warga Yogya umumnya ikut gembira merayakan Tahun Baru Imlek, Selasa, 5 Februari 2019.

Klenteng Poncowinatan adalah simbol toleransi !

Baca Juga:  Kinerja Perpajakan 2018 Membaik, Buah Kerja Keras dan Trust.

Klenteng yang aslinya bernama Klenteng Kwan Tee Kiong ini dibangun di atas tanah yang dihibahkan kepada penduduk Tiong Hoa di wilayah Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono VII pada tahun 1879.

Maka Klenteng Kwan Tee Kiong atau Klenteng Poncowinatan ini juga menjadi simbol sekaligus saksi sejarah sikap arif bijaksana penguasa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Klenteng Poncowinatan adalah saksi sejarah sekaligus simbol toleransi !

Selayaknya semangat menjaga kedamaian dan toleransi yang sudah dibangun sejak lama itu akan tetap dipelihara dan menjadi simbol Yogyakarta.

Itu harapannya…..semoga !

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2570 !

***

Manuel Kaisiepo, MissJune News
Penulis: Manuel Kaisiepo ~ Pengamat Politik & Redaktur Pelaksana MissJune News Media

Leave a Reply

Close