Blitar Kita

Ketua TP PKK dan Disperindag Gandeng Perajin Batik Dalam Upaya Melahirkan Batik Khas Blitar

BLITAR, MJNews – Saat ini beberapa desa di Kabupaten Blitar telah memiliki batik khas daerahnya sendiri. Dan batik asal Kabupaten Blitar kini juga telah mulai menjadi primadona. Namun sayangnya, batik yang benar-benar menjadi ciri khas atau ikon Blitar belum ada. Hal tersebut mendorong Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten  Blitar Ny.Ninik Rijanto melakukan eksplorasi batik khas Blitar.

Ninik menyampaikan, “Batik merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Oleh karena itu kenapa batik khas Blitar ini tidak kita ciptakan.”

Gagasan yang disampaikan Ny Ninik Rijanto disambut baik oleh Asosiasi Pembatik Blitar. Menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Blitar, Ny Ninik Rijanto menggelar rapat bersama Asosiasi Pembatik Blitar, di Gazebo Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Blitar, Selasa (23/10/2018).

Rencananya, Istri Bupati Blitar Rijanto bersama dengan Disperindag Pemkab Blitar akan membuat lomba desain batik khas Blitar. Lomba tersebut akan dimulai pada bulan ini hingga akhir tahun 2018.

“Dari lomba itu kami akan memilih pemenang lomba dan karya itu akan kita patenkan menjaid batik khas Blitar. Dan batik khas Blitar itu akan kita launching pada puncak Hari Jadi Blitar bulan Agustus tahun depan. Dalam lomba itu nanti kita akan mendatangkan juri dari kalangan seniman dan akademisi,” jelas Ninik.

Baca Juga:  KRPK Desak Kejari Blitar Tuntaskan Kasus-kasus Korupsi Yang Mandeg

Sebagaimana diketahui, batik diakui sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Pengakuan batik sebagai warisan dunia ini berlaku sejak Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Dilansir dari situs UNESCO, teknik, simbolisme, dan budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia. Bahkan, UNESCO menilai masyarakat Indonesia memaknai batik dari prosesi kelahiran sampai kematian. Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia, yang terlihat dari sejumlah motifnya.

 

Sementara itu Kepala Disperindag Pemkab Blitar, Puguh Imam Susanto, menegaskan pihaknya mendukung penuh ide gagasan Ny Ninik Rijanto dalam menciptakan batik khas Blitar. Meski kaya akan potensi, harus diakui sejauh ini batik di Kabupaten Blitar masih menjadi ciri khas di masing-masing kecamatan. Seperti batik Tlogo, batik Sawentar Kanigoro dan batik Karangsono di Kecamatan Kanigoro.

Baca Juga:  Dispendukcapil Blitar Jemput Bola, Buatkan Akta Kelahiran dan Kematian di Kantor Desa

Bila rencana ini sukses, setelah dipatenkan produksi batik khas Blitar akan dikerjakan oleh para perajin batik di Kabupaten Blitar. Hal ini tentunya akan menjadi batik khas Blitar menjadi produk andalan dan menghidupkan roda perekonomian daerah.

“Bapak Bupati juga sudah memiliki rencana, batik khas Blitar nantinya akan digunakan sebagai seragam pegawai Pemda. Untuk hak paten batik Blitar nanti kami dari Disperindag akan memfasilitasi pengurusannya,” kata Puguh.

Dikatakan, telah sejak lama Disperindag mendorong kemajuan industry batik di Kabupaten Blitar. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan pelatihan-pelatihan kepada perajin batik. Serta memfasilitasi perajin batik untuk ikut serta dalam pameran.

“Salah satunya kita mengajak perajin batik untuk turut serta dalam pameran Jatim Fair kemarin. Kemudian di Tangerang kemarin APKASI kita ikutkan. Setiap ada kesempatan teman-teman perajin batik selalu kita ikutkan. Agar mereka semakin kreatif dan karya-karya mereka terpromosikan dan dikenal maasyarakat secara  regional, nasional dan internasional,” pungkasnya.

 

==

 

Tags

Leave a Reply

Close