Budaya

Kentrung Mbah Sumeh Blitar Yang Hampir Punah

BLITAR, MJNews – Kesenian Kentrung merupakan kesenian khas Jawa yang memadukan seni suara dan seni musik. Kesenian Kentrung diiringi alat musik berupa tabuh timlung (kentheng) dan terbang besar (rebana).

Blitar merupakan salah satu daerah tempat berkembangnya kesenian ini. Menurut berbagai sumber, dulunya di daerah Blitar, Kesenian Kentrung sangat banyak. Namun sayangnya, pada saat ini  yang tersisa tinggal kentrung milik bapak Adam Summeh yang berasal dari Dusun Sanan, Desa Dayu, Kecamatan Nglegok.

Menurut Mbah Summeh, sejarah Kentrung sudah ada sejak zaman Belanda. Asal mula kentrung sebenarnya baru muncul ketika zaman Jepang. Saat itu kentrung tidak memakai kendang untuk pentas. Lakon-lakon yang di pentaskan kentrung adalah tentang riwayat wali, nabi,dan kerajaan, hingga akhirnya kesenian kentrung dianggap kesenian Islami.

Bapak Summeh sendiri menjadi seniman kentrung sejak tahun 1980. Sebelumnya dia telah melanglang buana mencoba berbagai kesenian, seperti jaranan, wayang orang, ludruk dan dalang. Pada tahun 1982 mbah summeh ikut kentrung pak markam, kemudian ikut lomba di Surabaya dan menjadi juara satu se Jawa Timur. 

Pada tahun 1980an, di Kabupaten Blitar terdapat banyak seniman kentrung dan berkembang cukup pesat.  Summeh pun selalu diundang oleh beberapa seniman kentrung yang ada di Blitar. Sekitar tahun 1993-1994 beliau berinsiatif untuk belajar mendalang Kentrung dengan versinya sendiri dan mendirikan kesenian kentrung sendiri. 

Kesenian Kentrung Mbah summeh dimainkan oleh 4 orang pemain dan 1 orang sebagai sinden, dan bila diperlukan, masing-masing memegang alat musik berupa kendang, terbang, kendang kecil dan tipung.

Baca Juga:  Pramoedya & Nobel, dan Sastra Eksil Pasca 1965

Film ini berangkat dari kekhawatiran Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (DKKB) tentang masa depan Kentrung di Blitar. Kesenian yang sudah langka, hampir tidak dikenal oleh generasi muda, dan usia seorang Mbah Sumeh yang sudah lanjut membuat DKKB berpikir bahwa sebuah dokumentasi tentang kehidupan seniman Kentrung adalah hal yang wajib untuk dilakukan.

Dengan menonton film ini anda bisa mengetahui kehidupan Ki Adam Sumeh, seorang begawan kesenian Kentrung yang hidup di dusun Sanan Dayu, Nglegok – Kab Blitar ini. Mulai dari sejarah perkembangan Kentrung di masa-masa awal, filosofi, dan bagaimana memainkan Kentrung ini.

Anda juga bisa mengikuti bagaimana seorang Adam Sumeh menjalani kehidupan sehari-harinya dengan penuh perjuangan, karena pada hari ini, kesenian Kentrung sudah tidak bisa lagi diharapkan dalam menopang ekonomi keluarga. Film yang diproduksi oleh Pemerintah Kabypaten Blitar dan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kabupaten Blitar ini mengingatkan kepada kita, betapa pentingnya menjaga kekayaan seni budaya lokalnya, mengingat ada 2 bahaya yang selalu mengintai seni-seni tradisional : kepunahan dan klaim oleh pihak asing. //June//12-05-2018//

Baca Juga:  Jawa Barat kini punya Jalan Majapahit dan Jalan Hayam Wuruk
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close