Featured

INFEKSI PARAH YANG MEMBUAT JAURY THAUFIEK JUSUF PERGI

Oleh: Benny Rusmawan

INFEKSI PARAH YANG MEMBUAT JAURY JUSUF PERGI
(Foto: Istimewa)

Seperti biasa, setiap hari Jaury diantar atau dijemput oleh pembantu rumah tangga dengan kendaraan sepeda. Pagi hari ia di antar, dan siang selesai jam sekolah, sang pembantu yang setia sudah menunggu dihalaman sekolah. Itu sudah menjadi bagian dari rutinitas Jaury. “Kalau jam pulang sudah hampir sampai, dia harus lihat yang menjemputnya barulah tenang,” ujar salah seorang temannya dahulu.

Suatu hari Jaury pulang seperti biasa, dan duduk di boncengan. Entah mengapa, salah satu kakinya masuk kejari-jari ban sepeda yang menyebabkan ia berdarah. Sampai dirumah,  Jaury dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Karena obat-obatan di Makassar (dan juga seperti banyak tempat lain) amat langka, pengobatan terhadap luka kakinya tidak bisa sempurna betul. Apalagi sifat dari Jaury yang tidak bisa tenang memperbesar resiko luka itu menjadi lebih terbuka dan terkena oleh kotoran.

Baca Juga:  Manuel Castells: "Network Society" dan "Always Online"

Luka Jaury memang kemudian menjadi infeksi yang parah. Suhu tubuhnya kemudian meninggi dan ia akhirnya meninggal. Jaury Jusuf Putera dimakamkan ditempat pemakaman umum ditepi jalan raya utama menuju bandar udara Hasanuddin.

Ya, Muhammad Jaury Thaufiek Jusuf Putra yang lahir pada 9 desember 1954 akhirnya berpulang setelah infeksi pada lukanya tak bisa di obati pada tanggal 31 Oktober 1960.

Putra satu satunya dari Jendral TNI M. Jusuf ini akhirnya namanya di abadikan sebagai nama rumah sakit di Makassar.

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close