Opini

MENGAMBIL HIKMAH PERISTIWA HIROSHIMA-NAGASAKI DAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA

Oleh: Wima Brahmantya, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar

6 Agustus 1945 – Bom atom Sekutu dijatuhkan di Hiroshima – Jepang.

Dalam beberapa kali kesempatan berdiskusi dengan berbagai kalangan tentang konsep “Kembali Menjadi Bangsa Indonesia (KMBI)”, belum pernah ada satu pun orang Indonesia yang pada akhirnya tidak mengakui bahwa konsep tersebut adalah solusi bagi carut-marut kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Memang tidak semua langsung menerima, terutama mereka yang buta sejarah, mereka yang pragmatis, dan mereka yang memiliki kepentingan (biasanya orang-orang parpol dan pejabat politik).

Tapi justru setelah konsep tersebut diuji oleh kritik dari berbagai sudut pandang, akhirnya mereka mengakui bahwa konsep KMBI itu benar secara filosofis, dan masuk akal secara praktis.

Secara singkat, konsep KMBI adalah “Kembali kepada Pancasila dan UUD’45” sebagaimana konsepsi awal Para Pendiri Republik Indonesia / PANDIRI (bukan demokrasi ala Orde Baru, catat!), yang kemudian disempurnakan dalam “Sistem Lumbung Rakyat”.

(Catatan : Deklarasi “Kembali Menjadi Bangsa Indonesia” termuat dalam Piagam Jembrana / 3-4 Maret 2012).

Biasanya setelah mendengarkan paparan panjang lebar yang dahsyat soal konsep KMBI, mereka akan bertanya :

“Bagaimana cara mewujudkan konsep yang brilian ini? Apakah mungkin terwujud dalam kondisi seperti ini?”

Baca Juga:  (bacaan santai H - 3): SANG PERETAS,...seandainya dia di sini...!!

Catat : konsep KMBI tidak dimaksudkan untuk berhasil dalam 1-2 tahun ke depan, tapi barangkali 10-20 tahun ke depan.

Keberhasilan sebuah Revolusi itu membutuhkan 5 hal :

1) Konsep yang matang.
2) Pendanaan.
3) Massa.
4) Pemimpin.

Lalu apa yang satu lagi?

Saya biasa bertanya balik, “Peristiwa apa yang menjadi momentum bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya?”

Tentu saja, bom atom Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki!

Bom atom Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki adalah MOMENTUM bagi bangsa Indonesia untuk Merdeka!

Ya, syarat bagi keberhasilan sebuah Revolusi adalah MOMENTUM!

Namun sebuah Momentum akan terlewat begitu saja jika tidak didahului dengan Konsep yang matang, di mana konsep tersebut tidak didanai sehingga bisa disebarkan dan kemudian didukung Massa, yang kemudian akan melahirkan seorang Pemimpin.

Bayangkan jika ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima – Nagasaki, namun sebelumnya tidak pernah ada Pergerakan Nasional ala Boedi Oetomo dan Sarekat Islam, tidak pernah ada Sumpah Pemuda, tidak pernah ada sosok Tan Malaka, Sukarno, Hatta, Yamin, dll yang memperjuangkan konsep Republik Indonesia!

Baca Juga:  Politisasi Isu Kebangkitan PKI

Barangkali Peristiwa 6 Agustus 1945 hanya akan jadi kepulan asap biasa yang hilang ditelan langit.

Untuk itu, konsep KMBI ini harus terus menerus disuarakan dan dipahamkan kepada generasi muda revolusioner yang cinta dan peduli Tanah Air, melalui diskusi-diskusi baik di Dunia Nyata maupun Dunia Maya.

Tidak soal kapan konsep ini akan terwujud di Bumi Indonesia ini, tapi setidaknya setiap pejuang punya kesamaan dan tujuan yang jelas dalam perjuangannya. Sehingga yang namanya demo di jalan raya mencaci maki Pemerintah dan bakar-bakar ban tanpa memberi solusi tidak lagi jadi andalan para mahasiswa.

PERJUANGAN ITU HARUS JELAS DAN BERMARTABAT!!!

Jika minimal 10% saja Warga Negara Indonesia sudah paham arti “Menjadi Bangsa Indonesia”, maka kita hanya tinggal menunggu MOMENTUM!

Dan Momentum itu pasti akan terjadi, entah kapan.

Maka kerugian bagi setiap putra-putri Indonesia jika Momentum itu gagal dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik.

Yaitu Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil & Makmur.

 

***

Wima Brahmantya ketua dewam kesenian kabupaten blitar
Penulis: Wima Brahmantya ~ seniman dan budayawan, – Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close