Blitar Kita

Haul Bung Karno, Blitar Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon Gatotkaca Dadi Ratu

BLITAR, MJNews  – Dalam rangka memperingati 48 tahun wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno (Bung Karno), Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota  Blitar  menggelar Wayang  Kulit dengan lakon Gatotkaca Dadi Ratu, oleh Ki Dalang Warseno Slank dan Ki Purbo Asmoro digelar di Alun-Alun Kota Blitar, Jumat (22/6/2018) malam.

Hadir dalam pagelaran tersebut Wakil Wali Kota Blitar Santoso, Bupati Blitar Rijanto, Anggota Fraksi PDIP dan Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono, Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Bupati Blitar  Rijanto dalam sambutannya mengatakan, pagelaran wayang yang digelar ini untuk memperingati Haul Bung Karno ke 48.

Dia berharap acara ini bisa menggelorakan kembali semangat nasionalisme dan menghibur seluruh masyarakat Blitar Raya.

Baca Juga:  Pemkot Blitar Anggarkan 2,4 M Untuk Bangun Kios di Tribun Utara Stadion Supriyadi

“Bung Karno dan Blitar Raya tidak dapat dipisahkan. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bahwa belumlah lengkap seorang menjadi warga Negara Indonesia apabila belum datang ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar,” kata Rijanto.

Bupati menambahkan, Blitar Raya adalah daerah yang sangat penting dan strategis untuk menjaga dan menggelorakan semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Ir Budi Yuwono dalam wawancara dengan awak media menyampaikan, “Spiritnya wayangan itu sebenarnya kan Bung Karno itu selain politisi yang ulung dia juga budayawan yang hebat.  Jadi kita selalu nguri-nguri budaya ini dalam rangka memberikan semangat dan memberikan energi kepada masyarakat luas.”

Budi menambahkan, “Ketua PBNU Said Aqil Siradj tadi malam bercerita bahwa Bung Karno mempelajari agama selama 21 tahun. Pemahamannya tentang budaya sangat luar biasa. Disamping itu beliau juga arsitek yang baik.”

Baca Juga:  Tanggapan Bupati Blitar Atas Proyek JLS Yang Mandeg

“Jika kita perhatikan, hakikinya wayang itu mencerminkan sikap kita (manusia). Jadi kalau kita ingin melihat tingkah lakunya manusia yang lihat wayang itu. Di dalam wayang itu ada orang fitnah, orang dengki, semuanya ada disitu. Oleh sebab itu wayang ini harus dilestarikan, karena merupakan media bagi masyarakat untuk belajar tentang moral,” tegasnya.  //juni martoyo/23-06-2018//

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close