Blitar Kita

Hari Jadi (kedua) Kabupaten Blitar

Hari Jadi (kedua) Kabupaten Blitar
Pendopo Jabupaten Blitar (Foto: Google Image)

Lho, bukannya beberapa waktu lalu Kabupaten Blitar sudah merayakan Hari Jadi?

Mungkin itu yang ada dalam benak Sobat Panji saat membaca judul artikel ini. Tidak salah, karena memang Kabupaten Blitar memiliki dua peringatan Hari Jadi. Yang pertama adalah Hari Jadi Kabupaten Blitar yang pernah Panji ulas di sini (Blitar Genap Berusia 1111 Tahun Ini) dan yang kedua adalah Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Blitar. Sudah ngeh bedanya?

Jika pada beberapa waktu lalu yang kita peringati adalah tanggal terbentuknya sebuah wilayah yaitu Kabupaten Blitar, kali ini yang diperingati adalah tanggal terbentuknya pemerintahan di Kabupaten Blitar.

Lalu, bagaimana asalnya, kok, Kabupaten Blitar ini bisa memiliki dua peringatan?

Sejarah Pemerintah Kabupaten Blitar dimulai pada tahun 1825–1830 saat terjadi Perang Diponegoro atau disebut juga Perang Jawa. Dalam perang ini, Pangeran Ontowiryo alias Pangeran Diponegoro melawan VOC. Sayangnya, pihak Diponegoro mengalami kekalahan dalam perang ini.

Baca Juga:  Ribuan Warga Blitar Terancam Gagal Nikmati Bantuan Non-Tunai Karena Tidak Punya KTP Elektronik

Kekalahan laskar Diponegoro dimanfaatkan Belanda untuk menguaai Pulau Jawa sebagai bagian dari pemerintahannya, termasuk penataan Bumi Manca Negara Wetan di antaranya Blitar. Dalam melaksanakan pengaturan Bumi Mancanegara Wetan, pada tanggal 13–14 Juli 1830 Belanda mengadakan pertemuan di Pendopo Sepreh Berbek, Nganjuk. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa hal penting yang tertuang dalam Ketetapan Resolusi tanggal 31 Desember 1830 No. 10.

Ketetapan tersebut antara lain disetujui (diperkuat) pembagian kabupaten dalam dua residensi:
1. Residensi Madiun meliputi Kabupaten Madiun, Maospati, Purwodadi, Tunggol, Magetan, Gorang, Gareng, Jogorogo, dan Caruban.
2. Residensi Kediri meliputi Kabupaten Kediri, Nganjuk, Berbek, Kertosono, Srengat, Blitar, Ngrowo, Kalangbret, Trenggalek, dan Kampak.

Antara tahun 1848–1852 terjadi penyederhanaan jumlah kabupaten di Karesidenan Kediri, termasuk penggabungan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Srengat menjadi Kabupaten Blitar. Wilayah Kabupaten Blitar pada akhirnya merupakan penyatuan dari Kabupaten Srengat, Distrik Blitar, dan ditambahkan sebagian dari wilayah Kabupaten Hantang, yaitu dari Semen ke selatan. Dengan demikian, satuan-satuan komunitas Blitar pada zaman Kediri dari Rama Padlegan hingga Rama Panumbangan (Barat Timur) dan Lmah Kurumbingyan I Palah hingga Rama Jaring (Utara Selatan) telah kembali bersatu dalam wilayah Kabupaten Blitar.

Baca Juga:  Ratusan Petani Blitar Menandatangani Pakta Integritas Koperasi Perhutanan Sosial

Dari penelusuran itulah, tanggal 31 Desember ditetapkan sebagai Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Blitar.

Pada 31 Desember 2013 lalu, untuk pertama kalinya Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Blitar diperingati. Pada momen ini, Bupati Blitar yang menjabat saat itu yaitu Bapak Herry Nugroho menuturkan dalam pidatonya, Generasi penerus yang baik, adalah yang mau belajar dari sejarah dan pengalaman. Sejarah harus benar-benar lurus, sehingga generasi muda semakin semangat menyongsong masa depannya Dengan pelurusan sejarah ini, semoga menjadi motivasi bersama untuk lebih baik.

Akhir tahun ini yaitu 31 Desember 2018, Pemerintah Kabupaten Blitar tepat berusia 188 tahun. Semoga momen ini bisa menjadi sebuah motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menjadi lebih baik lagi dari tahun ke tahun. [sumber: mpanji]

Tags

Leave a Reply

Close