Nasional

Hanya 20% Punya Akses Perbankan, UMKM Sulit Maju

JAKARTA, MJNewsPelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang memiliki akses perbankan dan melek teknologi, di Indonesia jumlahnya hanya 20%.

Selebihnya, 80% belum memiliki akses. Sehingga dinilai wajar bila pelaku UMKM di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya, termasuk menyangkur permodalan bisnisnya.

Pernyataan tersebut dikemukakan Chief Operating Officer Ralali.com, Alexander Lukman, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Bahkan, menurut Alexander, berdasarkan data World Bank pada 2018, skor Human Capital Index Indonesia hanya 0,53. Fakta ini menunjukkan kualitas SDM yang dimiliki bangsa ini ternyata masih rendah, sedangkan dunia kini menghadapi era disrupsi 4.0 yang mempersyaratkan SDM unggul, ujarnya menambahkan.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan platfrom yang bisa membangun ekosistem guna menciptakan konektivitas dan inklusivitas. Hal itu diperlukan agar pelaku UMKM yang merupakan penompang utama perekonomian Indonesia, dapat mengetahui bahwa teknologi dapat membantu mereka. Terutama sekali internet, jelasnya.

Baca Juga:  Pemudik Kapal Laut Diperkirakan Berkurang

Untuk menjawab hal itu semua, Alex menyebutkan, saat ini perusahaannya sudah memiliki sebuah platform bernama BIG Agent. Platform freelancer yang telah diluncurkan sejak 2018 lalu itu telah mampu menghubungkan jutaan manusia untuk pemerataan akses teknologi khususnya pelaku usaha UMKM.

Menurut Chief Technology Officer Ralali.com, Irwan Suryadi, BIG Agent sama seperti halnya platform ojek online. Hanya saja, para agent yang mendaftar untuk bergabung akan bertugas melakukan survei ke pelaku UMKM.

“Nantinya data-data yang dikumpulkan oleh Sobat Agent akan menjadi salah satu mesin utama BIG Data yang digarap oleh Ralali.com untuk mengenali konsumen lebih baik (Know Your Customer) dan memetakan pola transaksi pembeli (Buyer Profile),” jelasnya.

Baca Juga:  Metodologi dan Independensi Lembaga Survei Dipertanyakan

Pengolahan data tersebut menjadi rujukan tepat sasaran untuk memahami berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem digital.

“Lebih dari itu, kami juga terus memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis dengan akses fintech dimana BIG Agent telah menghubungkan lebih dari 1500 pelaku usaha dengan partners fintech Ralali.com dengan total nilai pendanaan mencapai Rp18 miliar,” jelasnya.

Saat ini jumlah agent BIG Agent sudah mencapai 300 ribu orang yang tersebar di 25 provinsi se-Indonesia, dengan dominasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang dan Palembang. [smd]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close