BudayaDaerah

Festival Budaya Harus Dorong Ekonomi Masyarakat

BAUBAU, MJNews — Festival budaya harus dorong ekonomi masyarakat. Pihak Kementrian Pariwisata menyatakan, kegiatan festival atau kegiatan budaya yang diselenggarakan di setiap daerah harus berdampak dan mendorong perekonomian masyarakat.

“Kegiatan yang baik adalah yang tidak hanya memikirkan penyelenggaraannya saja, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pamasaran I Regional III Kementrian Pariwisata, Muh Ricky Fauziyani, usai mengikuti acara Pekande-kandea yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Budaya Tua Buton, di Pasarwajo, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (27/8/2018), seperti dilansir Antara.

Festival Budaya Tua Buton tahun 2018 sebagai salah satu ajang yang setiap tahun digelar dan sudah memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, kata dia, sangat berperan dalam melestarikan atraksi seni dan budaya yang ada di Kabupaten Buton khususnya dan Provinsi Sultra pada umumnya.

Baca Juga:  "Ekspresi Manusia Lewat Jalur Yang Baik"

“Setiap tahun pagelaran yang diselenggarakan di kabupaten/kota di Nusantara lebih dari 1.000 kegiatan. Dukungan kami terhadap kegiatan yang ada di daerah sangat besar,” katanya.

Pagelaran yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, menurut Ricky, mempunyai manfaat ganda baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti tidak hanya memperkenalkan festivalnya tetapi juga destinasi yang bisa menjadi berita menarik.

“Sebagai ikon untuk mendatangkan wisatawan secara langsung maka dibutuhkan promosi sehingga setelah kegiatan ini berakhir, kami harapkan ada informasi atau berita lain dari sisi kegiatan ini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, usul festival yang akan digelar kabupaten/kota yang diajukan ke Kementerian Pariwisata oleh dinas pariwisata provinsi, terlebih dulu dikurasi oleh provinsi, kemudian pihaknya juga kembali mengakurasi kegiatan-kegiatan tersebut.

“Jadi kalau ada kegiatan yang lupa atau sudah terkurasi di provinsi, otomatis tidak akan pernah ada di kementerian karena usulannya dari bawah,” katanya.

Baca Juga:  Penumpang KA Rangkasbitung-Merak, Keluhkan Pelayanan KAI

Dikatakannya pula, festival yang dilaksanakan setiap tahun tidak serta merta akan menjadi kegiatan kalender tahunan apabila tidak diusulkandi setiap penyelenggaraannya.

“Festival Budaya Tua Buton sudah kali kedua ini tidak masuk dalam kalender tetap. Hebatnya Pemkab Buton dalam merencanakan festival ini mengikuti kegiatan kapal pesiar asing (kapal yatch) yang melintasi perairan laut kita,” katanya.

Sementara, Bupati Buton La Bakri mengatakan, kegiatan pesona Festival Budaya Tua Buton diharapkan dapat dilaksanakan kembali di tahun mendatang, karena hal ini merupakan salah satu upaya semua pihak untuk mengisi nilai-nilai budaya kearifan lokal.

“Ini juga diharapkan anak-anak kita bisa tahu bahwa kita punya budaya, kearifan lokal yang patut kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Leave a Reply

Close