Blitar KitaPertanian & Perkebunan

Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bagi Petani Tembakau

BLITAR, MJNews – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar kembali melakukan terobosan baru. Kali ini lembaga itu mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi petani tembakau. Pelatihan berlangsung di rumah praktisi pupuk organik di Kelurahan Sukorejo,  Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Rabu (25/7/2018).

Dua hari sebelumnya, ratusan peserta menerima materi teori dari pemateri yang didatangkan dari  Balittas (Badan Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang.

Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Hari Budi Harto, mengatakan pelatihan yang diadakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam pembuatan pupuk organic sekaligus memanfaatkan limbah-limbah pertanian yang tak terpakai.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hari menyampaikan,  pelatihan dan praktek pupuk organik merupakan upaya Dinas Pertanian mendorong para petani tembakau agar bisa bertani menggunakan pupuk yang bersumber dari alam.

“Kami ingin petani mengurangi penggunaan pupuk-pupuk dari pabrikan. Kami mendorong petani tembakau untuk menggunakan pupuk organik yang bahannya akan diolah lebih dahulu,” katanya.

Baca Juga:  KRPK Desak Polri Ambil Alih Perkara Moh. Trijanto

Menurut dia, membuat pupuk organik tidak sulit. Petani cukup memanfaatkan potensi di sekeliling mereka, salah satunya kotoran ternak. Diharapkan pelatihan pembuatan pupuk organik ini dapat bermamfaat dan dikembangkan di masing-masing kelompok tani, karena disamping memanfaatkan limbah pertanian yang tidak terpakai juga bokashi dapat meningkatkan hasil panen.

“Mereka (petani) kan punya ternak. Kotorannya diolah untuk dikembalikan lagi ke tanah. Pupuk organik akan bisa menyuburkan tanah untuk kemudian ditanami tembakau. Dan harapannya lagi, produksi tembakau akan meningkat,” tambah dia.

Sementara Ahmad Najib selaku narasumber kegiatan mengatakan, pupuk organik telah lama disosialisasikan. Namun pada kenyataanya masih banyak petani yang enggan menggunakan pupuk organik dan lebih memilih pupuk kimia.

Padahal, bahan baku pupuk organik sebenarnya mudah sekali didapat. Salah satunya limbah ternak.

Dalam praktik ini Najib memandu peserta secara sederhana. Agar seluruh peserta dapat dengan mudah memahami cara membuat pupuk organik dengan baik dan benar. Menurut dia pupuk organik sangat bagus diterapkan pada tanaman tembakau.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik di Blitar Diprediksi H+5

“Pada prinsipnya membuat pupuk organik ini sangat menghemat waktu dan tenaga. Peserta kami tunjukkan cara sederhana membuat pupuk organik ini. Bahan baku pupuk organik ini bisa limbah (kotoran) sapi, kambing atau ayam,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, petani juga diberi materi membuat pakan ternak dengan cara fermentasi. Menurut Najib, kualitas pupuk organik sangat dipengaruhi oleh bahan baku. Oleh sebab itu petani disarankan untuk memperkaya variasi bahan baku pupuk organik. Najib pun mengingatkan bahwa petani harus memperhatikan pakan ternak bagi hewan piaraan.

“Kami menyarankan untuk pakan ternak sebisa mungkin petani menggunakan pakan yang fermentasi. Kering pun sebisa mungkin fermentasi. Sehingga nutrisi yang tersedia bisa diserap ternak secara optimal,” pungkasnya.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close