Opini

Defisit Demokrasi: “CRITICAL CITIZENS” dan “FREE RIDERS”…!!

Oleh: Manuel Kaisiepo

Tidak ada yang baru.

Tapi buku baru hasil kajian Mujani, Liddle, dan Kuskridho Ambardi (April 2019) ini memunculkan persoalan lama yang tetap menarik seputar topik partisipasi politik dan pilihan politik.

Misalnya, temuan adanya penurunan yang tajam dalam tingkat jumlah pemilih dalam Pemilu Legislatif dan Presiden di Indonesia.

Salah satu kesimpulan dari kajian ini adalah: “Temuan ini merupakan bukti dari makin bertambahnya jumlah ‘free riders’ atau penumpang gratis yang mendapat keuntungan dari institusi-institusi demokratis tanpa berkontribusi pada pemeliharaannya….” (hlm. 277).

Temuan ini juga sama dengan data Litbang KOMPAS hari ini (8 April 2019) bahwa dalam pemilihan presiden terakhir di empat negara ASEAN, tingkat partisipasi politik di Indonesia berada di urutan terbawah (69, 6 %, tahun 2014).

Baca Juga:  "Nikah Beda Agama, Kenapa Tidak?" (Bag 1)

Singapura di urutan teratas (94, 7 %, tahun 2011), kemudian Filipina (82 %, tahun 2017), dan Timor Leste (71, 2 %, tahun 2014).

Sementara untuk partisipasi politik pada pemilihan legislatif di 10 negara ASEAN, Indonesia berada di urutan ke-7 (75, 1 %, tahun 2014); urutan tertinggi Vietnam (99, 3 %, tahun 2016).

Temuan dan data-data di atas mungkin membenarkan pendapat Pippa Norris yang juga dikutip dalam buku ini.

“…apakah negara-negara demokratis kontemporer sedang mengalami sebuah krisis legitimasi yang mendasar ?”, tanya Norris.

Berdasarkan analisisnya atas 50 negara, Norris mengatakan bahwa meskipun dukungan publik atas sistem politik tidak terkikis secara konsisten, namun di banyak negara kepuasan terhadap kinerja demokrasi menyimpang dari aspirasi publik.

Baca Juga:  2018: The Good and The Bad

Keadaan inilah yang Norris sebut “defisit demokrasi” !

Dan trend defisit demokrasi ini sejalan dengan meluasnya fenomena kelompok “warga negara kritis” (Critical Citizens). Kelompok ini percaya demokrasi sebagai bentuk pemerintahan ideal, namun mereka tetap sangat kritis ketika menilai bagaimana demokrasi berjalan di negara mereka sendiri.

****

Manuel Kaisiepo, MissJune News
Penulis: Manuel Kaisiepo ~ Pengamat Politik & Redaktur Pelaksana MissJune News Media
Tags

Leave a Reply

Close