Featured

Dari BUKU ke BUKU

Selamat Jalan Pak Swantoro

Oleh: Manuel Kaisiepo

dari buku ke bukuDia wartawan dengan latar belakang pendidikan formal ilmu sejarah. Karena itu referensi, literatur, penguasaan data dan verifikasi data mutlak baginya.

Bagi kami mantan yuniornya di Redaksi Kompas, Pak Swan (panggilan akrab P. Swantoro) adalah “ensiklopedi berjalan”.

Seperti sahabat seangkatannya, Jakob Oetama dan P.K. Oyong, dia wartawan produk zamannya: wartawan yang mengandalkan ilmu pengetahuan, filsafat, “kutu buku”, menguasai beberapa bahasa asing, berwawasan luas, kritis dan berintegritas.

Dia menulis di beberapa jurnal ilmiah. Saya pertama kali mengenal tokoh ini dari tulisannya di Jurnal #Prisma (LP3ES), tempat awal saya bekerja.

Saya selalu kagum tidak saja pada karya-karya jurnalistiknya, tapi juga pada produktivitas dan kapasitas intelektualnya.

Baca Juga:  Manuel Castells: "Network Society" dan "Always Online"

Pak Swan penulis hebat yang masih menulis pada usia 87 dan menerbitkan bukunya tahun 2019 ini.

Beberapa bukunya antara lain:

– Dari BUKU ke BUKU (2002);

– MASA LALU SELALU AKTUAL (jilid pertama 2007,

jilid kedua 2019);

– PERDAGANGAN LADA ABAD XVII (2019).

 

Ketika Harian Kompas merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 26 Januari 2012, Pak Swantoro sebenarnya enggan karena merasa dirinya “bukan siapa-siapa”. Rendah hati.

Saat itu dia berkata: “Saya cuma minta didoakan agar bisa mati dengan baik. Buat apa umur panjang, tetapi matinya tidak baik”.

Dan keinginannya terkabul. Dia meninggal dengan tenang saat tidur, Minggu (11 Agustus 2019) dinihari.

Baca Juga:  Meski Ditangkap, Eggi Sudjana: Tak Surut Untuk Lawan Ketidakadilan

Selamat jalan Pak Swan…….. RIP

***

Manuel Kaisiepo, MissJune News
Penulis: Manuel Kaisiepo ~ Pengamat Politik

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close