OpiniPendidikan

BAIK SEKALIGUS BURUK MEDIA SOSIAL

Oleh: Makroen Sanjaya, Jurnalis Rajawali Televisi

BAIK SEKALIGUS BURUK MEDIA SOSIAL.Media sosial memang menampakkan kebaikan dan keburukan, juga kejelekan sekaligus pada satu wajah yang sama. Untuk baiknya pada lapangan bisnis, teknologi web 2.0 (ibu kandung media sosial), menampilkan sosialitasnya, manajemen relasi dengan vendor, koleksi ide, forum dukungan bagi kustomer, dan penggalangan komunitas.

Pakar pemasaran digital yang juga konsultan perusahaan dan Digital Voodoo, Dave Evans, mengupastuntas seluk beluk pemasaran melalui media sosial dalam buku dengan judul sama, “SOCIAL MEDIA MARKETING.The Next Generation of Business Engagement” (2010). Menurutnya, merangkul atau meraih hati pelanggan merupakan aktivitas kritis, yang kadung diyakini mudah diadopsi melalui teknologi (media) sosial dan proses yang mendukungnya. Evans mengingatkan kepada pelaku bisnis agar berhati-hati, karena model media sosial, berbeda dengan yang bisa dilakukan melalui media konvensional. “Beware: it’s a different viewpoint than that which applies to “engagement” in traditional media….Engagement on the Social Web means customers or stakeholders become participants rather than viewers..”

Baca Juga:  Filsafat dan Cinta, Martin HEIDEGGER - Hannah ARENDT

Dalam buku setebal 388 halaman ini Dave Evans membagi pengetahuan A-Z teknis pemasaran via media sosial, yang diklaimnya 100 persen merupakan miliknya alias tidak mencuplik pengetahuan dari orang lain. Starbucks, Dell dan SAS Institute adalah beberapa entitas bisnis yang diamati polanya dalam pemasaran digital.

***

BAIK SEKALIGUS BURUK MEDIA SOSIAL.
Penulis: Makroen Sanjaya, Jurnalis Rajawali Televisi
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close