Blitar Kita

Aktivis Anti Korupsi Blitar Tersangka Penyebar Surat Palsu KPK Ajukan Praperadilan

BLITAR, MJNews – Tersangka kasus dugaan penyebaran surat panggilan palsu KPK untuk Bupati Blitar Rijanto, Mohammad Trijanto, mengajukan permohonan praperadilan. Alasan permohonan praperadilan menurut Trijanto karena ada kesalahan dalam proses penetapan tersangka terhadap Trijanto.

“Hari ini saya datang ke PN Blitar untuk mengambil surat pemanggilan sidang pemeriksaan praperadilan,” kata kuasa hukum Trijanto, M Sholeh,  Jumat (7/12/2018).

M Sholeh, kuasa hukumnya. Gugatan praperadilan itu dilakukan tersangka karena penetapan dirinya sebagai tersangka oleh polisi, dianggap tidak prosedural.

Sholeh menyampaikan, laporan dugaan pelanggaran Undang-undang ITE dan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) terbit pada hari yang sama pada 16 Oktober 2018 lalu. Padahal sesuai KUHAP, lanjutnya, proses penyidikan harus dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan.

Baca Juga:  KPA Kota Blitar Luncurkan Program 3 Zero Untuk Tekan Sebaran Kasus HIV/AIDS

“Faktanya, saudara Trijanto (tersangka) diperiksa pada tanggal 22 Oktober, malamnya di hari yang sama, Bupati Blitar Rijanto juga diperiksa. Kok bisa, sprindiknya itu keluar tanggal 16 Oktober. Maka menurut kami, proses penetapan (tersangka) ini cacat hukum,” beber Sholeh, Jumat (07/12/2018).

Selain cacat hukum, lanjut Sholeh, ada sejumlah kejanggalan dalam proses penetapan kliennya sebagai tersangka. Ia menilai, pemeriksaan kasus tersebut salah tempat. Sebab proses MT dalam mengunggah foto surat KPK palsu tersebut dilakukan di rumahnya di Kota Blitar, sehingga kasus ini harusnya ditangani oleh Polres Blitar Kota.

Tak hanya itu, Sholeh juga mempertanyakan alasan dua orang yang memberitahukan keberadaan surat panggilan KPK palsu kepada MT malah tidak dijadikan sebagai tersangka oleh polisi. Ditambah, polisi tidak memberikan kesempatan pada MT untuk menghadirkan saksi ahli yang dapat meringankannya selama proses penyidikan.Praperadilan Trijanto ini terdaftar dengan nomor 02/Pid.Pra/2018/PN.Blt di Pengadilan Negeri Blitar. Sidang perdana bakal digelar Rabu (12/12).

Baca Juga:  Megawati Hadiri Haul Soekarno ke-48

Perihal surat panggilan itu diunggah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Mohammad Trijanto yang merupakan Ketua lembaga swadaya masyarakat Komisi Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK).

Dalam posting-an tersebut, Trijanto menulis Bupati Blitar akan dipanggil penyidik KPK ke Jakarta pada Senin (15/10). Hal ini, menurut Trijanto, sebagai respons KPK atas semua laporan dugaan korupsi yang dikirimnya sejak 2010.

Namun KPK membantah telah menerbitkan surat panggilan untuk Bupati Blitar Rijanto seperti yang viral di media sosial. Menurut KPK, tak ada surat panggilan untuk Rijanto.

Polisi kemudian melakukan penyidikan penyebaran surat palsu KPK. Setelah penyidikan, polisi menetapkan pemilik akun medsos Mohammad Trijanto sebagai tersangka.

Tags

Leave a Reply

Close