Internasional

Afghanistan

Afghanistan, negeri ini amat menarik. Negara yang pernah digempur habis-habisan oleh militer Amerika Serikat dan sekutunya demi menangkap Osama bin Laden dan menghancurkan Taliban ini, sedang menggeliat.

Soal keamanan, tampaknya penduduk negeri ini harus berdamai dengan kondisi. Merekalah yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi itu. Disaat damai, Afghanistan merupakan negeri yang amat cantik.

Ini, mungkin menjadi perang terpanjang dalam sejarah Amerika. Perang yang dimulai dengan baik saat pasukan pimpinan Amerika dengan terencana rapi, memborbardir Afghnistan. Serangan ituun, dengan cepat menggulingkan pemerintah Taliban dan mengacaukan kepemimpinan al-Qaida, yang dituduh merencanakan serangan 11 September 2001. Tapi tampaknya, perang ini belum, dan mungkin tidak pernah berakhir. Apalagi, Taliban belumlah hancur sama sekali.

Baca Juga:  Buka Front Baru Perang Dagang, Cina Bakal Kenakan Tarif Terhadap Gas Alam Cair (LNG) dan Minyak Mentah Asal AS

Taliban mengubah gerakannya menjadi gerilyawan. Bahkan, ada beberapa pihak yang berpendapat jika kondisi Taliban saat ini semakin menguat. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi keamanan Afghanistan secara bertahap memburuk. Apalagi, saat gerilyawan Taliban, yang menempati tempat perlindungan di Pakistan, telah mendapatkan pijakan di seluruh negeri.

Itulah gambaran umum yang ditangkap dari luar, itupun bersumber pada sejumlah media dan laman situs.

Pada saat yang sama, sejumlah sumber dari media Amerika mengungkap adanya perdagangan heroin yang merajalela di Afghanistan, korupsi di pemerintahan dan pertikaian di kalangan elite negara telah memperburuk situasi.

Masjid Syahid Shamseera, Kabul
Keindahan dan kedamaian seperti ini hanyalah angan-angan bagi masyarakat Afghanistan sekarang ini. Ini adalah Masjid Syahid Shamseera di Kabul, salah satu dari dua masjid bersejarah disana.

Bahkan, Presiden Trump, menjadi presiden ketiga Amerika yang harus berjibaku dengan tantangan Afghanistan.

Baca Juga:  Papua Nugini Umumkan Status Darurat di Provinsi Southern Highlands

Lantas apa juntrungannya, tiba-tiba membicarakan negeri yang sempat dianggap menakutkan bagi Amerika itu.

Pasalnya, Jumat (15/3/2019), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Pertemuan kedua menteri tersebut, akan membahas dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Afghanistan.

Kita masih menantikan, apa hasil dari pertemuan para menteri luar negeri itu. Semoga mampu menapaki jalan menuju kedamaian.

Leave a Reply

Close